Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji
Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi
Ketika rindu menggebu gebu, kita sabar menunggu
Saat cemburu kian membelenggu, semoga cepat berlalu
Kamis, 23 Agustus 2012
Minggu, 12 Agustus 2012
Mata dan Telinga
Kita terangkai bersama melawan dingin dan panas dunia
Bercerita tentang hari-hari yang telah kita lalui
Saling melengkapi, mengisi kekurangan
Disaat kaki telah lemah, kita saling menopang
Mata dan Telinga
Dua unsur ciptaan Tuhan yang luar biasa
Mata dan Telinga
Tersimpan gelak tawa disetiap duka
Mata dan Telinga
Begitu kompak merangkai acara :)
Mata dan Telinga
Bekerja keras mencari kerja
Mata dan Telinga
Begitu nyaman, begitu menyenangkan
Yakinlah, telingaku akan selalu setia mendengar di setiap peluh kisah ceritamu
Dan semoga sorotan tajam matamu tetap mengawasi dan mampu meruntuhkan sifat liarku
Rabu, 08 Agustus 2012
mengagumi
Lihat cara dia berjalan, mengagumkan oh mengagumkan
Ikutilah jalan pikirannya, mengesankan oh mengesankan
Ikutilah gerak jarinya kau kan terkesan
Dengarlah dia mulai bernyanyi
Kau kan terharu lalu membisu
Ingin sekali kutunjukkan
Betapa berarti senyumnya untukku
Ikutilah jalan pikirannya, mengesankan oh mengesankan
Ikutilah gerak jarinya kau kan terkesan
Dengarlah dia mulai bernyanyi
Kau kan terharu lalu membisu
Ingin sekali kutunjukkan
Betapa berarti senyumnya untukku
Minggu, 08 Juli 2012
Dari Kami Untuk Azzuri
Tepat seminggu sudah
hari ini adalah closing ceremony Euro 2012 serta dilanjutkan dengan partai
final Spanyol vs Italia. Pagelaran piala eropa 2012 meninggalkan kesan yang
sangat berharga bagi kami. Kesan yang sangat begitu tak terlupakan. Mulai dari
tidur yang gak terartur, belek sebesar
biji nangka, biji kawan gw yang sakit, ada yang darah rendah, masuk angin,
hingga terkena penyakit kanker alias kantong kering. Buat beli kopi luwak,
rokok satu selop, autan dua kwintal, kacang dua karung terlebih buat beli
martabak keju(enak sih tapi gak kuat, turunkan harga keju!). Selama piala eropa
berlangsung kami selalu nonton bareng dari layar televisi, apalagi jika yang
bertanding adalah negara-negara yang memang diunggulkan serta pertandingan Big
Match. Ada hal yang menarik saat kita sedang menunggu siaran langsung dimulai,
kami berharap-harap cemas komentatornya adalah bung Tommy Welly, bung Towel
sapaan akrabnya. Dan tentu saja hostnya adalah Tris Irawan “si Salam Olahraga”
yang terkenal dengan suara vokalnya yang gahar(mengalahkan Jeremy Teti
tentunya). Dari laga pembukaan sampai partai puncak tidak pernah terlewatkan
oleh kami. Haram hukumnya jika kami melewatkan moment-moment bersejarah dalam
pesta sepakbola Eropa. Ya itulah kami, kecintaan kami dengan olahraga sepakbola
menular dengan kebiasaan kami menonton laga para bintang sepakbola. Euforia
yang dirasa masyarakat Eropa, terlebih Polandia dan Ukraina kami rasakan juga
disini. Antusiasme yang tinggi dari para suporter masing-masing negara
mengingatkan kepada kami akan satu kata yaitu Nasionalisme”, why?Ya bisa
dibilang mereka telah mengorbankan apa yang mereka punya untuk negaranya. Mulai
dari biaya penginapan, makan dan tiket pertandingan mereka tanggung sendiri.
Mereka datang tanpa diminta dan disuruh oleh negara. Bagi kami itu adalah salah
satu perwujudan dari nasionalisme.
Kami sendiri
memiliki tim jagoan masing-masing. Saling mengejek dan menghina terhadap tim
jagoannya adalah hal biasa yang sering kami lakukan. Asalkan tertib dan sopan
serta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Garis-garis Besar Haluan
Negara, UUD 45, dan tentu saja Statuta FIFA. Gw akan bahas satu persatu tim-tim
unggulan yang menjadi jagoan dari teman-teman gw, gw awali dari manusia langka
berikut ini:
Wajahnya yang
sedikit kotak dan ukuran kepalanya yang sangat besar menjadi ciri khas pemuda
yang satu ini. Nico Rubensius Saragih Sidauruk atau yang lebih akrab dipanggil
BAGOL dilahirkan dengan darah batak tulen 24 tahun yang lalu. Anak kedua dari pasangan
Alm Constantine dan Alm Ibu Constantine ini (saya belum sempat mewawancarai,
siapa nama ibunya :p) dikenal sangat cinta dengan orang yang usianya lebih tua.
Wajar saja ia sangat sekali menggemari program acara TVRI yaitu MILF, Mama
Panas dan Pembantu. Disamping itu ia juga sangat ngefans kepada ibu-ibu PKK
disekitar rumahnya. Semenjak Ayah kesayangannya meninggal(loh) ia sekarang
tinggal dengan seekor anjing Siberian Husky yang ia pesen langsung dari Rojali lurah kutub utara. Dengan
berpegang teguh terhadap Mottonya yaitu “Hidup untuk Makan dan malamnya wajib
ngemil” ia sering terlihat makan satu piring dengan anjingnya. Ia sangat
menikmati makanan anjing yang ia suguhkan sendiri. Baginya makanan anjing
terlampau mahal dan ia tidak ingin dirugikan, sehingga mw tidak mw ia ikut
menyantap makanan anjing itu. Selama piala eropa berlangsung ia meninggalkan
anjing kesayangannya dengan bercucuran air mata. Tampaknya ia tidak tega
melihat anjing kesayangannya berdiam seorang diri di rumah.
Dengan mengenakan
jersey berwarna biru, dilapisi dengan jaket AS Roma sudah jelas menunjukkan
bahwa ia sangat cinta dengan ITALIA. Bahkan celana dalam yang ia kenakan juga
berbendera Italia. Klub kesayangannya adalah AS Roma meski begitu saat bermain
Footbal Manager ia sangat cemen karena lebih memilih menggunakan Citizen
ketimbang Roma!!!!Yang lebih mengejutkan, ia sangat menghayati jika national
anthem dari negara Italia dikumandangkan. Dengan ekspresi mata tertutup, tangan
kanan di alat kelamin dan dengan gerakan yang sangat cepat ia mengelus belalai
gajahnya. Ekspresinya begitu mengalahkan Super Mario yang goyang khayang jika
lagu kebangsaannya diputar dan dinyanyikan oleh rekan-rekan satu tim(taktakdungdungah).
Selain Italia, ia juga menjagokan Belanda dan Portugal(hasil kocokan). Sayang
Belanda keok di babak penyisihan dan tim kocokannya di kandaskan Spain MERDA!!
Tanpa diduga Italia berhasil mengalahkan Jerman dengan sangat meyakinkan. Besoknya
setelah pertandingan itu ia membeli 4 pcs kaos Italia dan kami gunakan saat
bermain futsal. Kami mengenakan jersey tersebut dalam acara nonton bareng yang
diselenggarakan di Margo City Depok. Forza Gli Azzuri begitu kata pria MANULA ini.
Pria blasteran NTT
dan jawa ini mempunyai kaki yang sangat panjang. Tak jarang ia menjadi korban
teman-temannya untuk dimintai tolong mengambil mangga tetangga yang terletak
tidak jauh dari rumahnya. Rezza Apreneldi Phalevy begitu nama lengkapnya. Lahir
dengan selamat dari rahim ibunya yang bernama Magdalena buah cinta dari lelaki
jantan bernama Ismail(yeah). Minuman kesukaannya adalah kopi, teh,
kukubima,extra joss, kratingdaeng. Jarang sekali ia minum air mineral. Alhasil
air seninya berwarna putih abu-abu(kamseupay deh lo). Tampaknya yang innocent
seringkali dibuat bahan ledekan oleh kawan-kawannya. Terlebih oleh temannya
yang bernama Marudut temannya saat di bangku SMU(kronologi:Lampu diruang kelas
nyala dan cuaca diluar mendung, Marudut dengan sengaja mematikan saklar lampu.
Alhasil keadaan dikelas gelap dan ia berteriak Reza mana Reza2x, ,kita semua
ngakak). Belakangan ini ia juga dijadikan icon mafia Uganda. Dalam piala eropa
tahun ini ia cenderung Netral. Tidak jelas siapa tim jagoannya. Maklum
sepakbola adalah olahraga selingkuhannya setelah basket. Di dunia basket
sendiri ia bergelar sebagai pelatih atau coach. Tim asuhannya sudah mengantongi
6 trophy piala yang ia pesen langsung dari tukang bikin piala. Meskipun
bertindak netral, ia cenderung bela timnas Inggris. Because what? Manchester
United adalah klub yang sangat ia sukai. Jersey MU ada, T-shirt gambar Eric
Cantona punya, Kaos karikatur Fergie tersimpan rapi dilemarinya. Kurang apa
coba? Tampaknya doang yang kurang manchester banget, tapi timika banget. Dalam
wawancara yang saya lakukan di apartemennya dibilangan Merahan (sebelah
Kuningan) ia bekata: “Apabila seseorang menyukai klub Inggris pasti akan bela
Inggris, menyukai klub Itali pasti suka Itali, menyukai klub dangdut pasti suka
goyang pantura(aseholey).
Setiap kali kami
nobar di apartemennya, ia selalu tidur lebih awal. Dipikirannya ah besok juga
ada beritanya di LENSOR (bener juga sih) ngapain kita tonton 90 menit
buang-buang waktu(untung gk buang-buang conge!!!). Alhasil Timnas Inggris yang
sempet dijagokannya kalah oleh Italy lewat drama
adu penalti(Kalau masih seri juga dilanjutkan ke opera sabun). Saat laga Jerman vs Italia ia juga bersikap netral.
Akan tetapi lebih ke 70% Italia, karena ia sangat sukai dengan gaya permainan
Andrea Pirlo yang cukup tenang, simple, keeping bola yang briliant, rambut yang
terurai rapi, taktis, fantastis, eksotis, bombastis, minimalis(ea ea ea ea ea
ea ea ea, kembali ke laptop). Itulah alasannya ia memakai jersey Italia selain
itu karena ia juga merasa terpaksa, kasihan dan iba kepada bagol karena sudah
membelikan untuknya.
INI ADALAH GW!!! Gw
gak punya ide untuk nulis tentang diri gw sendiri. Langsung aja Gw mengutip
pernyataan dari Reza “Apabila seseorang menyukai klub Inggris pasti akan bela
Inggris, menyukai klub Itali pasti suka Itali”. Ini jelas beda sama apa yang gw
rasakan. Klub kesayangan gw Manchester United(as the reds go marching on on on)
Gw suka MU sejak dari kelas 4 sd hingga sekarang. Mulai dari Schmeichel, David
May, Cantona, Irwin, Poborsky, Jordy Cruyff, Blomqvist dan masih banyak lagi
angkatan 92. Tapi untuk urusan negara gw suka banget sama Jerman. Dari jaman
Andreas Koepke, Mathias Sammer, Klinsmann, Lothar Matheus, Jancker, Effenberg,
Jeremies, Andreas Muller, Oliver Bierhoff, Ditmier Hamman, Cristhian Ziege,
Mehmet Scholl dan hingga eranya Mesut Ozil. Entah kenapa gw jatuh cinta sama
negara ini. Mungkin karena faktor HITLER?BMW?MERCY?ADIDAS?. Atau karena Jerman
mendapat julukan specialist turnamen?ah rasanya tidak juga!!
Awalnya gw sangat
yakin Jerman akan menjadi juara. Di babak penyisihan Jerman berhasil keluar
sebagai juara grup neraka. Di Perempat Final melumat Yunani 4-2. Di semifinal
Jerman bertemu dengan Italia, musuh bebuyutannya. Jerman jarang sekali menang
menghadapi Italia. Di semifinal Piala Dunia 2006 Italia menundukkan Jerman 3
gol tanpa balas. Tapi tahun ini gw yakin seyakin yakinnya Jerman mampu
mengalahkan Italia, hasil berkata lain Italia kembali menunjukkan
keperkasaannya atas Jerman(dan Mussolini tersenyum lebar). Di final Italia
bertemu Spanyol dan gw bela Italia.
Kami bertiga
akhirnya memutuskan nonton bareng final eropa di margo city Depok
Sebenarnya ada satu
kawan kami yang juga ingin ikut, yaitu Marudut. Tetapi berhubung ia baru pulang
kerja dan rasa kantuknya mengalahkan ia untuk bergabung bersama tifosi azzuri
lainnya. Kami sempat frustasi karena jumlah
orang yang datang diperkirakan mencapai 150 ribu dan itu orang semua!! Kami
kebingungan mencari tempat yang cocok untuk menonton. Sementara layar yang disediakan tidak cukup
untuk memenuhi hasrat panasnya final euro tahun ini. Foto ini diambil saat jeda
babak pertama. Italia ketinggalan dua gol dan kami yakin Italia mampu
membalikkan keadaan. Di Margo, kebanyakan yang datang mendukung Spanyol. Ada
juga beberapa orang yang memakai jersey Barca(loh ini kan yang main Indonesia
bukan Persija, begitulah ibaratnya). Spanyol beberapa tahun belakangan ini
memang menjadi momok bagi negara lain. Lewat tika-taka, Spanyol berhasil mengawinkan gelar Piala Eropa 2008 dan Piala
Dunia 2010. Tentu saja hebatnya Spanyol berkat dari permainan tiki taka Barca
yang mampu merajai kompetisi Eropa. Alhasil baik barca dan Spanyol jumlah fans
nya bertambah banyak dua kali lipat(Semoga bukan karbitan) Pertanyaannya
adalah, Barca udah ada udah lama kali, kenapa baru pada banyak saat
sekarang-sekarang ini?Atau barca yang dulu tidak sehebat barca sekarang? Kita
beralih ke Spanyol, saat Spanyol diperkuat Raul, Morientes, Hierro, Enrique,
Zubizaretta, Salgado, Mendieta, Helgeura dan masih banyak lagi. Jarang gw liat
ada yang make jersey Spanyol apalagi ngedukung Spanyol. Padahal komposisi Spanyol
tidak jelek-jelek amat. Semoga ketika nanti masa jayanya Barca dan Spanyol
runtuh fans-fansnya masih setia. Sebagai contoh, tmn gw si Bagol suka Roma dari
kapan tw, meski Roma meraih scudetto 10 tahun yang lalu dan sekarang menjadi
klub yang sangat miskin, peringkat 21 di liga Italia, paling bagus peringkat 8
dan sangat bersyukur main di Piala Intertoto. Roma tetap dihatinya(kecuali klo
di PS sama FM). Italia juga menjadi negara jagoannya sejak jaman Dino Zoff pake
sarung tangan kuli.
Well, secara menyakitkan
Italia dikalahkan Spanyol dengan skor 4-0. Gw tertunduk lesu(karena lapar), Bagol
meneteskan air mata, Reza langsung buru-buru ngajak pulang( berak-beraknya
kambuh lagi soalnya). Dan kami pulang dengan kegilaan-kegilaan di sepanjang
perjalanan. Bagol yang teriak2 Italia di jalan Raya, Gw yang masih diem karena
kelaperan. Dibawah ini adalah foto-foto akibat kekalahan Italia yang sempat
tertangkap kamera para Paparazzi.
Kalah dalam suatu
pertandingan adalah hal yang wajar. Kamu bukan kalah, tapi kamu hanya sedang belajar. Ini juga dapat
kita terapkan dalam kehidupan nyata kita. Kalah bukan berati kita harus diam
saja menerima kenyataan. Tapi bagaimana kita mengevaluasi kekalahan ini agar
nantinya kita menjadi pemenang. Ketika menjadi pemenang, justru tidak membuat
kita menjadi sombong. Kesombonganmu hanya akan menghancurkan dirimu sendiri.
Sekali lagi Forza Gli
Azzuri!!!!!
Selasa, 03 Juli 2012
Koteka, Emas dan Konflik
KOTEKA, EMAS DAN KONFLIK
Kami tidur di atas emas, berenang di atas
minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang. Sepenggal lirik lagu penyanyi Edo
Kondolangit, bisa menggambarkan rintihan hati rakyat Papua. Walau mereka hidup di bagian bumi yang
kaya tiada tara, tetapi terpuruk dalam nestapa kemiskinan dan keterbelakangan. Berpuluh tahun mereka hanya menonton
warisan kekayaan dari Tuhan itu dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya
jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi
sebagai centeng alias anjing penjaga tambang bernama Freeport.
Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936,
pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung
Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka
kotak pandora gunung emas di tanah Papua. Sedangkan ekspedisi Freeport yang
dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960”[1], semakin menguatkan hasrat membangun
proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam
moyang mereka.Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih).
Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan
dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.
Namun nasib berkata lain. Sejak tahun
1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi
Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika
Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya
eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga
2041.Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan
mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka.
Tahun 1970, operasi tambang berskala
penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga
berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah
menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas[2]
tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie,
Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Sebaliknya pihak Freeport dinilai tidak terbuka
dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi
dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap
tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran
terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas. Tidak mengherankan, kalau ada pihak
yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari
Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal
8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.[3]
Bandingkan saja misalnya dengan jumlah
APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah.[4]
Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun. Lalu setega itukah Freeport untuk
membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan
membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp
Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut
itu?.
Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata
Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan.
Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong
pribadi dan kelompok.
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng (Anjing penjaga) dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng (Anjing penjaga) dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.
Kisruh Freeport yang kini masih
berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di
atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih
memperjuangkan haknya.
Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entah sampai kapan.
Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entah sampai kapan.
Senin, 28 Mei 2012
Catenaccio Di Matteo
Musim 2011/2012
adalah musim yang sangat mengesankan bagi Chelsea. Meski sempat bermain buruk
di awal musim ditambah dengan konflik pelatih Villas Boas dengan para pemain.
Performa permainan yang tidak terkordinir dan tidak stabil membuat Chelsea
menjadi tim yang tidak diperhitungkan baik di liga domestik, piala FA dan Liga
Champion. Di tangan Villas Boas permainan Chelsea tidak menjanjikan. Terbukti
Chelsea berada di papan tengah klasemen Liga Inggris. Kondisi ini diperburuk
dengan konflik yang terjadi antara Villas Boas dengan pemain senior Chelsea,
yang berujung dipecatnya Villas Boas dan digantikan dengan Roberto Di Matteo
yang ketika itu menjadi asisten pelatih.
Datang sebagai Caretaker, sebagian
orang tidak menyangka Di Matteo mampu membawa Chelsea menjadi tim yang kembali
kuat. Pelan-pelan Chelsea menunjukkan performa terbaiknya, walaupun hanya
finish diurutan ketujuh. Tetapi Chelsea menjawabnya dengan menjuarai Piala FA
setelah mengalahkan Liverpool 2-1 di Wembley. Tangan dingin Di Matteo membuat
serangan Chelsea lebih teratur, tersusun dengan rapi, lebih disiplin dalam
bertahan dan yang paling penting mental pemain Chelsea menjadi lebih kuat.
Fakta yang paling menarik Di Matteo mampu menjungkirbalikkan opini masyarakat
bahwa Chelsea akan dikalahkan dengan skor telak di Camp Nou dalam leg ke 2
semifinal Liga Champion. Dipartai tersebut Di Matteo menggunakan strategi ala
Italia yang terkenal dengan istilah Catenaccio. Catenaccio
adalah sistem taktis di sepak bola dengan penekanan pada pertahanan. Di Italia,
catenaccio berarti "pintu-baut", menyiratkan pertahanan backline
sangat terorganisir.
Sistem pertahanan gerendel, membuat pertahanan seperti tembok yang sulit diruntuhkan sehingga membuat pemain lawan frustasi untuk mencetak gol. Itu yang dilakukan Di Matteo ketika menghadapi Barca di semifinal leg 2 dan Muenchen di final. Dalam strategi Catenaccio counter attack menjadi senjata ampuh untuk mencetak gol ke gawang lawan. Di Matteo paham benar dengan taktik ini. Karena sejatinya ia adalah orang Italia dan juga mantan pemain timnas Italia. Italia saat itu seringkali menerapkan strategi Catenaccio baik dalam Piala Eropa atau Piala Dunia. Apalagi Italia di topang oleh bek-bek tangguh dan kiper berkelas.
Sistem pertahanan gerendel, membuat pertahanan seperti tembok yang sulit diruntuhkan sehingga membuat pemain lawan frustasi untuk mencetak gol. Itu yang dilakukan Di Matteo ketika menghadapi Barca di semifinal leg 2 dan Muenchen di final. Dalam strategi Catenaccio counter attack menjadi senjata ampuh untuk mencetak gol ke gawang lawan. Di Matteo paham benar dengan taktik ini. Karena sejatinya ia adalah orang Italia dan juga mantan pemain timnas Italia. Italia saat itu seringkali menerapkan strategi Catenaccio baik dalam Piala Eropa atau Piala Dunia. Apalagi Italia di topang oleh bek-bek tangguh dan kiper berkelas.
Lambat
laun strategi ini dianggap sebagai sepakbola negatif, karena dianggap dapat
menghilangkan keindahan dalam permainan sepakbola. Walaupun dianggap sebagai
sepakbola negatif, ini adalah sebuah taktik dari seorang pelatih. Dan itu
sah-sah saja selama Fifa tidak melarang.
Minggu, 29 April 2012
Arti Lambang Komunis
Artikel ini saya angkat
karena saya menjumpai beberapa thread tentang munculnya kembali PKI di tanah
air. Karena rasa penasaran, saya searching beberapa narasumber dan menemukan
fakta-fakta menarik yang belum saya ketahui sebelumnya.
Lambang "sakral"
ini membuat sebagian orang yang melihat merinding melihatnya maupun
mendengarnya, teringat "sejarah" masa lalu yang kelam PKI dipelajaran
sekolah waktu duduk di bangku SD. Puncak-puncaknya pada masa pemerintahan
Soeharto.
Jadi teringat dulu ada yang bilang:
"huss.. jangan bawa
gambar nanti ditangkap/diculik/dibunuh loh?"
dan apabila ada gambar tokoh
yang dibenci terutama tokoh politik dicoret logo tersebut diatasnya yang
menandakan penghinaan sebesar-besarnya (maksud yang mencoret), bahkan ada yang
mengidentikkan lambang palu arit ini ibarat senjata tajam yang mencerminkan
kekejaman, kekerasan dan merah ibarat kekuasaan dan pertumpahan darah???
Lambang palu dan sabit yang
menjadi simbol dari komunis memiliki sejarah yang tidak ada hubungannya dengan
komunisme. Simbol palu mewakili para buruh dan sabit mewakiti para petani.
Setelah revolusi industri di Eropa, kaum buruh dan petani semakin terpinggirkan
dan tertindas. Simbol palu dan sabit yang menyilang muncul sebagai bentuk
pengkomunikasian bersatunya kaum buruh dan petani dalam revolusi Bolshevik
tahun 1917 di Rusia. Di tahun-tahun berikutnya, lambang palu dan sabit menjadi
simbol pemberontakan, bahkan sampai sekarang.
Gambar monumen patung buruh
dan petani
Revolusi para pekerja yang
tergolong kalangan bawah tersebut mengundang perhatian dunia. Mereka yang
menyepelekan kaum pekerja tidak mengira akan kekuatan yang dimiliki oleh
persatuan kaum buruh dan petani. Pihak komunis-sosialis, yang sebelumnya
menggunakan bendera merah atau sering dikenal dengan tentara merah,
memanfaatkan simbol pekerja tersebut sebagai lambang bendera partai komunis.
Tahun 1922 penggunaan lambang palu dan sabit menyilang dengan latar belakang
merah diresmikan menjadi bendera komunis di seluruh dunia.
Simbol merupakan kode untuk
berkomunikasi atau pertukaran informasi dalam interaksi sosial. Dari uraian
diatas, simbol muncul dalam bentuk lambang palu dan sabit, berupa artefak
bendera, atribut, dan lainnya. Peran Artefak dalam Pertukaran Informasi yaitu:
-Sebagai simbol wilayah
kekuasaan & sosial
-Sebagai simbol penguat
kesatuan etnik
-Sebagai simbol pemeliharaan
dan penguatan jaringan pencarian pasangan hidup
-Sebagai simbol penguatan
hubungan antar masyarakat
-Sebagai simbol kedudukan
struktural
Pada awalnya, para buruh dan
petani menyampaikan eksistensi mereka dalam revolusi melalui simbol palu dan
sabit. Simbol ini kemudian menjadi identitas para pekerja kasar sebagai
solidaritas, pemersatu dan penguat hubungan antar masyarakat. Apabila revolusi
yang dilakukan tidak memunculkan simbol, maka akan sulit untuk menunjukkan
keberadaan kaum buruh dan petani di mata dunia, serta sulit untuk menggerakkan
kaum pekerja yang lain. Dengan demikian simbol palu dan sabit memiliki arti
penting dalam penyampaian pesan revolusi.
Besarnya pengaruh revolusi
palu dan sabit mengakibatkan orang mengidentikkan lambang palu dan sabit
sebagai simbol pemberontakan. Dalam perkembangannya, simbol palu dan sabit
tidak hanya digunakan oleh kaum pekerja tapi juga kaum borjuis (pelajar) saat
menolak kebijakan pemerintah. Simbol ini juga digunakan oleh kaum sosialis yang
menjunjung tinggi kesetaraan status.
Tahun 1922, tentara merah
meresmikan simbol palu dan arit yang menyilang dimasukkan ke dalam lambang
bendera partai politiknya. Lambang ini memiliki makna bahwa partai komunis
menjunjung tinggi para pekerja kasar. Dari sini diharapkan pendukung partai
dapat dihimpun dari para buruh dan petani yang cenderung memiliki massa lebih
banyak.
Simbol palu dan sabit
berubah fungsi dan makna sesuai dengan perkembangan jaman. Makna yang semula
dikomunikasikan melalui simbol palu dan sabit berubah interpretasinya sesuai
dengan kondisi jaman dan pengalaman sejarah.
Di Indonesia, sejak
peristiwa G 30 S PKI, simbol palu dan sabit menjadi tabu karena
diinterpretasikan dengan komunis yang ingin menghancurkan Indonesia dari dalam.
Namun setelah lengsernya pemerintahan orde baru, simbol palu dan sabit mulai
bermunculan lagi dalam berbagai bentuk dan lambang. Interpretasi orang saat ini
bisa beraneka macam terhadap simbol tersebut. Ada yang mengartikan sebagai
penganut komunis, penganut sosialis, lambang revolusi, bentuk protes terhadap
pemerintahan, dan lainnya. Semua makna tidak salah, kembali ke pengertian
simbol yang memiliki banyak arti, dan hanya dipahami oleh manusia, sehingga
yang bersangkutan dituntun untuk memahami objek untuk mengetahui makna yang
terkandung dalam simbol tersebut.
Lambang Komunis lainnya:
RED STAR
Bintang merah yang berujung
lima adalah lambang komunisme serta sosialisme yang lebih umum. Yang
melambangkan kelima jari tangan pekerja, serta kelima benua. Bintang berujung
lima dimaksudkan untuk mewakili kelima kelompok sosial yang akan membawa Rusia
ke komunisme: kaum muda, militer, industri , buruh petani, dan cendekiawan.
Bintang merah adalah salah
satu lambang, simbol, dan tanda yang mewakili Uni Soviet di bawah kekuasaan dan
bimbingan Partai Komunis, serta palu dan arit. Juga dipakai sebagai lencana di
kamp tawanan Jerman pada saat itu di bawah Hitler dan WWII (perang dunia 2)
untuk menandakan komunis.
Bendera merah sering
dikombinasi dengan lambang komunis dan nama partai lain. Bendera dipakai di
berbagai komunis dan sosialis seperti May
Day. Bendera juga biasanya dihubungkan dengan sosialisme.
Bendera merah mempunyai
banyak arti di sejarah tetapi terlebih dulu dipakai sebagai sehelai bendera
pembangkangan. Bendera merah mendapat arti politik modernnya di Revolusi
Perancis 1871. Sesudah Revolusi Oktober, pemerintah Uni Soviet mengambil
bendera merah dengan palu dan arit yang dilapiskan keatas sebagai bendera
nasionalnya. Karena Revolusi Oktober, berbagai negara bagian sosialis dan
pergerakannya sudah memakai bendera merah.
Kita harus belajar sejarah
lagi dengan benar.
Yang terjadi pada tahun 1965
adalah:
1. Penculikan dan pembunuhan
jenderal-jenderal.
Tetapi sampai sekarang masih
tidak diketahui dengan pasti siapa dalangnya. Sedikit mengenai penculikan dan
pembunuhan ini; koran Angkatan Bersenjata (Berita Yudha) melaporkan bahwa
selain pembunuhan juga terjadi penyiksaan terhadap jenderal-jenderal tersebut.
Tetapi berita tersebut dikeluarkan sebelum hasil visum dari FKUI keluar. Dan
setelah hasil visum dari FKUI keluar ternyata justru tidak ditemukan sedikitpun
penyiksaan terhadap para jenderal tersebut. Laporannya adalah mereka mati
karena ditembak. Waktu itu hasil visumnya ditahan oleh pihak Angkatan
Bersenjata. Tetapi kemudian berhasil "dilarikan" ke luar negeri oleh
Indonesianis Benedict Anderson (Cornell University), sehingga kita bisa baca
hingga hari ini.
2. Penangkapan, penyiksaan,
dan pembunuhan
Dilakukan terhadap banyak
sekali anggota PKI, simpatisan PKI, orang-orang yang dekat dengan PKI, dan
orang-orang yang dicurigai sebagai PKI; dengan tanpa pengadilan.
Ya, korbannya justru adalah
orang-orang PKI. Ada banyak tafsiran untuk jumlah korban. Ada yang menyebut
ratusan ribu orang. Ada yang menyebut sejuta orang. Bahkan menurut Letjen.
Sarwo Eddie sendiri, yang ditugaskan untuk "menumpas" PKI, korbannya
mencapai 3 juta orang.
Bahkan sekadar orang (bukan
PKI sama sekali) yang sedang membawa buku berbahasa Russia untuk dikembalikan
ke perpustakaan universitas pun ikut ditangkap dan dikirim ke pulau Buru selama
belasan tahun (baca: Kresno Saroso - Dari Salemba ke Pulau Buru).
Ada banyak sekali anggota
Gerwani yang diperkosa, disiksa, dan dibunuh, dipenjarakan tanpa pengadilan.
Gerwani ini apa? Organisasi satanistik seperti di film G/30S itu? Ngaco!
Gerwani adalah organisasi perempuan PKI.
Ratusan ribu orang lainnya
dipenjara, disiksa, dan dipekerja-paksakan sebagai Tapol di pulau Buru selama
puluhan tahun. Mereka dan anak-anaknya mendapat perlakuan diskriminatif sampai
saat ini. Sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu
korbannya.
Siapa yang melakukan itu
semua? ABRI, dibantu oleh ormas-ormas semacam Banser NU. Ini bukan fitnah,
karena masih ingatkah Gus Dur sendiri sewaktu dia masih menjadi presiden pernah
mengatakan bahwa dia (Gus) sudah meminta maaf kepada korban-korban 1965 sejak
dari sewaktu dia menjadi ketua NU. Ini perkataan dia di TVRI waktu itu: "Dari dulu pun, saya sudah minta
maaf. Bukan sekarang saja, tanyakan pada teman-teman di lembaga swadaya
masyarakat (LSM). Saya sudah meminta maaf atas segala pembunuhan yang terjadi
terhadap orang-orang yang dikatakan sebagai komunis." (dikutip dari Kompas
15 Maret 2000)
Cobalah tanya ke orang-orang
yang sudah hidup pada zaman itu. Apa yang terjadi di jalan-jalan? Mayat siapa
yang tergeletak tak diurus sedikitpun seperti binatang di pinggir jalan? Apa
yang terjadi di hari itu? Siapa yang dibantai?
Cari sumbernya di internet;
bukan main banyaknya.
3. "Kudeta"
terhadap Presiden Sukarno
Yang kita tahu mulai dari
peristiwa itu, Sukarno perlahan-lahan menjadi terkebiri. Entah dengan
Supersemar. Kemudian Soeharto menjadi pejabat presiden, dan akhirnya resmi
menjadi presiden.
Banyak yang bilang bahwa PKI
hendak mengkudeta Sukarno. Bagaimana bisa?? PKI mesra sekali hubungannya dengan
Sukarno waktu itu. Mengkudeta Sukarno berarti mengkudeta diri sendiri.
Ah. Tetapi poin ke-3 ini
memang sudah menyertakan analisis. Cobalah dulu untuk mempelajari poin 1 dan 2.
Tidak diperlukan analisis sedikitpun, semuanya cuma fakta-fakta yang sudah
tercatat dalam sejarah. Hanya kita saja di Indonesia yang dibutakan dari
fakta-fakta tersebut.
***
Kalau di dalam negeri kita
mengenal komunisme di
Indonesia hanya sebagai setan paling najis di muka bumi, tidak
begitu menurut sumber-sumber yang lebih independen. Coba baca buku-buku sejarah
yang bukan keluaran resmi pemerintah. Bukan buku stensilan juga kok, baca
karya-karya Indonesianis asing seperti Benedict Anderson, Harry A. Poeze,
Rudolf Mrazek, dll - atau Asvi Warman Adam yang dari Indonesia; coba periksa
siapa itu PKI. Apa perannya dalam kemerdekaan Indonesia? Siapa itu Tan Malaka?
Siapa itu pemuda-pemuda yang "menculik" dan mendesak Sukarno untuk
proklamasi - kenapa sejarahnya tidak pernah dibahas? Apa itu pemberontakan 1926
di Banten? 1927 di Silungkang? Dan seabrek-abrek informasi lain yang tidak akan
kau temukan di buku pelajaran sekolah.
Kalau di luar negeri kita
berbicara tentang "peristiwa
1965 di Indonesia", yang dimaksud terutama bukanlah "PKI membunuhi jenderal" seperti
yang kita tau di dalam negeri. Melainkan pembantaian, pemenjaraan, penyiksaan, dan pemerkosaan
besar-besaran terhadap berjuta-juta orang yang "dituduh" komunis,
tanpa pengadilan.
Cari sumbernya di internet.
Melimpah ruah!
***
Ini kutipan dari orang yang
sekarang memimpin negara yang (pernah) dikenal sebagai musuh bebuyutan
komunisme:
"In 1965, under the
leadership of General Suharto, the military moved against Sukarno, and under
emergency powers began a massive purge of communists and their sympathizers.
According to estimates, between 500,000 and one million people were slaughtered
during the purge, with 750,000 others imprisoned or forced into exile. It was
two years after purge began, in 1967, the same year that Suharto assumed the
presidency, that my mother and I arrived in Jakarta."
Barrack Obama
Tak terjemahin:
"Pada tahun 1965, di
bawah pimpinan Jenderal Suharto, militer Indonesia mulai melawan Sukarno, dan
dalam kekuasaan darurat memulai pembersihan terhadap orang-orang komunis dan
simpatisannya. Menurut perkiraan, antara 500.000 hingga sejuta orang dibantai
selama pembersihan, dan 750.000 lainnya dipenjarakan atau dibuang secara paksa
[ke pulau Buru]. Dua tahun sesudah pembersihan dimulai, pada 1967, di tahun
yang sama ketika Suharto menjabat presiden, saya dan ibu saya tiba di
Jakarta"
Barrack Obama Dan masih ada
bukan main banyaknya sumber untuk dipelajari di internet, di buku-buku, di
majalah, bahkan sekarang ini di koran; bukan main banyaknya, melimpah ruah.
Yang dibutuhkan cuma mau belajar, mau mencari kebenaran, mau melihat kebenaran,
sedikit saja usaha, serta harga diri untuk menolak terus menerus dibodohi oleh
buku-buku sekolah dan kata-kata penguasa.
Sekadar untuk membuat mata
ini terbuka: Barang sedikit saja!
Langganan:
Postingan (Atom)
















